Optimalisasi Kekuatan Pikiran melalui Mendongeng pada Anak

7 Jun '12

Berdasarkan berbagai penelitian, mendongeng bagi anak sebelum tidur selama 20 menit akan meningkatkan kemampuannya membaca dan menulis. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan berpikir abstrak, sehingga anak terbiasa mengoptimalkan kapasitas fungsi otaknya. Bahwa otak memegang peranan penting dalam merancang ide, mengembangkan kebiasaan dan membentuk perilaku adalah hal penting bagi perkembangan anak menjadi manusia seutuhnya yang mampu menggunakan kekuatan daya pikirnya untuk hal positif bermanfaat. Bagaimana agar dongeng yang Anda, sebagai orangtua sajikan buat Anda mencapai manfaat prima? Sebelumnya yuk simak dulu manfaat mendogeng untuk si buah hati Anda tersayang:

  1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena bayi, balita atau pun anak akan kenal (lebih) banyak kosa kata.
  2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
  3. Meningkatkan minat baca dan keluasan ketertarikan terhadap berbagai topik bacaan.
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir dan imajinasi
  5. Meningkatkan keterampilan problem solving.
  6. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
  7. Mengembangkan emosi.
  8. Memperkenalkan nilai-nilai moral, etika, suri teladan dan rasa empati.
  9. Memperkenalkan ide-ide baru.
  10. Memahai dan toleransi budaya lain.
  11. Relaksasi.
  12. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.

Dengan mengetahui manfaat tersebut di atas, kini menumbuhkan kebiasaan mendongeng orangtua ke anak adalah tugas istimewa tersendiri, mengingat saat ini perangkat teknologi berada di sekeliling kita. Sudah lazim melihat anak lebih tertarik dengan mainan di komputer, Ipad atau games elektronik lain. Bahkan harus disadari, orangtua merasa nyaman dan bisa rileks jika anak asik dengan mainannya itu dan duduk tenang menonton depan TV. Oleh karena itu, orangtua pun harus memperhatikan strategi agar membacakan dongen menjadi aktivitas menarik, bermanfaat optimal dan berlangsung efektif bagi Anda dan anak, yaitu:

  1. Anak adalah “mesin foto copy”orangtua. Membuat anak yang tertarik pada bacaan (termasuk di dalamnya kegiatan mendengerkan dongeng), artinya mereka harus melihat contoh langsung orangtua yang suka membaca. Penting bagi para orangtua untuk mencintai buku.
  2. Orangtua adalah sosok pembimbing anak. Cobalah tegas dalam mengarahkan, misalnya “mulai jam 8, matikan semua teknologi dan waktunya kita membaca bersama.”
  3. Kegiatan mendongeng untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari anak. Dengan begitu orangtua dapat lebih jauh memantau perkembangan anak dalam hal perasaan dan keluasan kosa kata. Misal berhenti sejenak dan bertanya, apa kamu tahu artinya?, menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya?, mengapa karekter A melakukan itu? Bagaimana kira-kira perasaannya? Dan sebagainya.
  4. Jadikan kegiatan ini juga untuk mengembangkan daya sosialisasi anak dan yang terutama adalah sarana komunikasi anak dengan orang tuanya dan menjalin kelekatan dan keterbukaan.

Terlepas dari setumpuk teori manfaat tersebut, tetaplah berhati-hati dan cermat dalam pemilihan cerita yang didongengkan. Pastikan cerita memiliki kandungan positif bagi perkembangan anak Anda!

*juga telah dimuat di website LG Indonesia pada Mei 2012

No comments yet

Leave a Reply