Menjadikan Pasangan Mitra Kerja dalam Urusan Rumah Tangga.

14 Mar '12

Anda merasa pasangan Anda malas dan tidak peduli dengan pekerjaan rumah tangga? Dari sumber bacaan Psychology Today, dikemukakan bahwa hal ini lebih banyak dirasakan oleh para wanita. Tidak mengejutkan, karena pada umumnya wanita yang lebih banyak memegang peranan tugas di rumah. Ketidakpuasan karena salah satu pasangan dirasa kurang membantu jika didiamkan akan mempengaruhi relasi hubungan Anda. Dampaknya, bukan hanya satu pihak merasa kecewa karena merasa tidak dibantu, tapi pihak lainnya juga merasa terganggu karena dipaksa melakukan suatu hal yang tidak disukainya dan semakin lama justru membuatnya semakin menjauh untuk melakukan hal tersebut. Hubungan terasa dituntut dan menuntut, sehingga merasa pasangannya berubah.

Perhatikan beberapa hal di bawah ini.

1.    Perhatikan perspektif yang Anda miliki.

Coba perhatikan bahwa tidak dalam segala hal pasangan Anda tidak mempedulikan apa yang Anda minta. Ia mungkin sering membuat Anda kecewa atau bertindak salah. Namun tentu ada satu, dua atau beberapa hal dimana ia pun melakukan hal kecil yang meringankan tugas Anda. Untuk itu ucapkan terima kasih daripada terus terperangkan rasa kesal Anda. Selain itu, daripada merasa bahwa ia tidak lagi memperhatikan Anda dan berujung kekhawatiran, mengapa tidak menyalurkan energi Anda untuk berbicara dengan baik padanya, mengapa ia tidak melakukannya?

2.    Hindari keinginan mengkontrol/menghukum.

Hal ini sudah tentu tidak ideal jika Anda terapkan pada pasangan Anda. Pasangan yang menerapkan prinsip ini justru bisa terjerumus dalam 2 masalah yang lebih dalam. Pertama, pihak yang meminta akan berusaha menkontrol dan mendominasi sehingga yang lain merasa tertekan dan menghindarinya. Masing-masing perilaku ini saling memperkuat. Semakin seorang berusaha mendominasi, yang lain menghindar, lalu semakin ingin mendominasi dan seterusnya. Masalah kedua adalah saling kehilangan rasa hormat, dan ini berarti tugas untuk mengembalikan ke keadaan sebelumnya. Cobalah memilih perilaku Anda dengan bijaksana.

3.    Lebih baik memberikan penguatan (positif)/reinforcement.

Daripada memberikan hal-hal yangt idak ingin pasangan lakukan, lebih baik ungkapkan apa yang Anda inginkan. Misalnya, hindari menyatakan: tidak ingin ia pulang  terlalu malam, tidak mau jika berlibur dengan akomodasi kurang nyaman, dsb. Lebih baik sampaikan apa yang Anda inginkan. Ingat, saat ia melakukan hal yang membuat Anda senang, ucapkan terima kasih, syukur, dan rasa bahagia Anda sepenuh hati dengan ekspresif. Ia akan tahu bahwa itulah yang Anda inginkan dan memperkuat perilakunya untuk melakukan lagi.

4.    Tujukan pada perilaku, bukan menyalahkan pelaku.

Sering terjadi adalah saling menyalahkan dan merasa apa yang diungkapkan masing-masing benar sehingga tidak ada titik temu. Hentikan pola ini. Setiap relasi unik, bisa jadi hal baik atau buruk Anda dan pasangan tidak dimiliki pasangan lain. Daripada saling memarahi, putuskan pola tersebut. Bukan apa yang membuat saling menyalahkan, namun bagaimana memperbaiki agar di lain waktu hal tersebut bisa diperbaiki. Nyatanya, jika salah satu yakin pasangan berusaha mencari kesalahan, maka komunikasi sehat lebih mudah terjalin, tanpa disertai marah dan mecari pihak yang salah.

5.    Selalu bersikap menghargai

Saling menghargai dan menghormati adalah tingkah laku penting dalam berelasi. Mungkin Anda berpikir, ia saja tidak menghormati saya, lalu mengapa harus saya yang melakukan itu terlebih dahulu? Merasa marah, tidak adil atau tersiksa untuk memulainya wajar saja. Namun dengen bersikap seperti ini, Anda tidak akan mencapai hasil yang lebih baik dalam hubungan Anda.

 

Manusia memiliki kemampuanuntuk mengenali diri sendiri. Anda tentu tahu saat Anda merasa tidak nyaman. Secara naluri Anda ingin menyelesaikannya secepat mungkin. Sebagai manusia juga, kita pun punya kemampuan untuk tidak selalu menuruti semua emosi spontan yang datang. Identifikasikan hal ini dan perbaiki pelan-pelan, walau bukan hal sederhana dan mendapat hasil cepat, namun ini langkah penting yang harus Anda sadari dan usahakan.

No comments yet

Leave a Reply