Mencapai Kualitas Kebersamaan Keluarga

26 Jun '12

                Hobi tiap anggota kelurga tentu berbeda-beda. Pernahkah Anda merasa sulit mempertemukan hobi dalam satu kegiatan yang sama? Contoh, Anda hobi mencoba resep baru, suami senang mendadani mobil, anak-anak lebih menyukai bermain game. Akhirnya, untuk memenuhi kebersamaan, diperlukan kompromi (atau bahkan sedikit ribut kecil) terlebih dahulu? Memutuskan beraktivitas bersama, tapi mencari tempat yang mencakup seluruh minat para anggota keluarga. Anda tetap bisa berbelanja ke supermarket untuk kebutuhan masak, suami ke toko perkakas mobil dan anak bermain di area hiburan. Jika seperti ini, artinya kebersamaan Anda cenderung semu. Anda di lokasi yang “sama”, tapi masing-masing sibuk dengan kegiatannya. Lalu dimana kualitas kebersamaannya?

Ternyata, ada lho cara lain untuk menyiasatinya. Dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas kebersamaan, cara yang sangat sederhana ini justru karena terlalu mudahnya, menjadi sering dilupakan. Yaitu menciptakan kebiasaan dalam keluarga . Seperti apa? Coba simak beberapa tips sederhana di bawah ini.

  1. Mulailah membuat rutinitas dan kebiasaan kecil bersama dari hal yang sederhana. Seperti, menyempatkan untuk sarapan pagi bersama-sama di meja makan atau berdiskusi memutuskan menu makanan esok.
  2. Lakukan “ritual” kecil dan jadikan kebiasaan. Misalnya di jam sebelum tidur malam kumpul bersama untuk membaca doa tidur dan ungkapkan harapan masing-masing untuk kelancaran kegiatan esok hari. Atau sebelum berpamitan keluar rumah membiasakan diri untuk berjabat tangan dan berpelukan.
  3. Buatlah hal unik yang tidak dimiliki keluarga lain. Misalnya, menamakan masing-masing anggota keluarga dengan panggilan kesayangan, yang hanya diketahui oleh keluarga. Memanggil Ayah dengan sebutan Kaisar, Ibu dengan Emak, sang buah hati wanita dipanggil cabe merah, atau apapun itu yang sifatnya unik dan bisa juga mengandung humor (tapi tidak mengandung unsur negatif). Niscaya, dengan ini ikatan emosional Anda dan keluarga semakin lengket.
  4. Jangan ragu untuk mengekspresikan rasa sayang pada anggota keluarga. Misalnya, memberikan oleh-oleh yang terkesan sederhana namun disertai dengan pesan singkat. Misalnya, saat Anda membelikan tas, sertakan dengan kartu ucapan berisi pesan singkat, seperti, “Nak, Bunda belikan ts sekolah baru karena yang lama sudah terlalu kecil dibandingkan badanmu yang semakin membesar.” Sertakan dengan bahasa atau gambar yang kocak dan bersifat menghibur.
  5. Menyempatkan diri untuk selalu mengabadikan moment kebersamaan (bukan hanya moment istimewa, tapi juga aktivitas sehari-hari). Misalnya mengabadikan foto saat sedang bersama-sama menyiram halaman rumah. Saat melihat kembali foto tersebut, maka memori kebersamaan akan terekan lebih kuat. Inilah fondasi keutuhan keluarga yang membekali anggotanya dengan kelimpahan kasih sayang sebagai modal terbesar menumbuhkan pribadi yang sehat dan  matang.
  6. Berbagi cerita kegiatan. Sangat mungkin anak tidak tahu dan tidak tertarik kesibukan Ayah di kantor, namun tetaplah untuk berbagi pengalaman. Justru dengan begitu anak belajar mendengarkan, mengenal dunia yang lebih luas dan berbagi dengan orang lain.

Kini tidak ada alasan perbedaan minat atau waktu terbatas untuk mendapatkan kualitas kebersamaan keluarga. Banyak kesempatan yang bisa Anda manfaatkan! Jangan sepelekan hal kecil yang justru akan meninggalkan kesan mendalam. Karena esensinya kebersamaan adalah merekatkan ikatan bukan hanya secara kehadiran fisik, namun ikatan batin dan kedekatan emosional antar sesama anggota keluarga.

No comments yet

Leave a Reply