Kumpul Keluarga, Ternyata Banyak Pelajaran di dalamnya!

4 Mar '12

Bukan hal baru kalau suasana di bulan Puasa tidak lepas dari rencana untuk mudik atau berkumpul bersama keluarga, entah untuk berbuka bersama atau nanti di saat Lebaran. Manfaatnya? Silaturahmi tentu! Namun, apakah Anda pernah “melihat” lebih dalam bahwa kegiatan tersebut bisa membawa berbagai manfaat untuk pengembangan diri dan relasi Anda? Apa saja itu? Coba simak penjelasan berikut!

1.       Mengenal pola keluarga

Saat bersama dengan keluarga besar, baik itu keluarga dari pihak Anda atau pasangan, tentu Anda menemukan beberapa hal yang tidak selalu sama. Misalnya pembagian tugas membawa makanan, bisa jadi dalam keluarga Anda semua diatur oleh tuan rumah. Namun di keluarga pasangan, masing-masing tamu diwajibkan membawa, atau dalam hal lainnya. Coba hal ini Anda cermati sehingga Anda lebih peka bahwa perbedaan yang mungkin selama ini menjadi pemicu konflik antara Anda dan pasangan karena penanaman nilai-nilai yang berbeda dari keluarga.

2.       Belajar kebiasaan para leluhur

Pada saat berkumpul, Anda juga bisa melihat bagaimana pihak-pihak yang dituakan berperilaku. Apa-apa saja hal yang biasanya mereka kemukakan dan tunjukkan. Jadikan sebagai bahan introspeksi! Bagi Anda dan pasangan, siapa pihak yang terlihat matang dan bijaksana? Jadikan kebiasaan dan pengalaman hidup mereka sebagai contoh, pilih dan pilah mana yang baik untuk diikuti dan yang tidak.

3.       Mengukur intensitas pertemuan dan komunikasi

Dalam beberapa keluarga, kumpul saat berpuasa dan Lebaran hanya terjadi satu tahun sekali. Namun tidak bagi keluarga lain yang seringkali melakukan aktivitas bersama-sama keluarga besar. Coba ingat-ingat minimal dalam 1 tahun terakhir ini, berapa kali Anda berkunjung ke rumah sanak saudara? Bagaimana perbedaan kualitas relasi antara keluarga yang sering Anda kunjungi dan jarang Anda kunjungi? Dengan pengukuran ini, dapat Anda jadikan sebagai bahan renungan saat Anda beranjak usia nanti, pola intensitas perjumpaan seperti apa yang ingin Anda dan pasangan ciptakan di keluarga besar?

4.       Evaluasi pendekatan diri dalam lingkungan

Saat berjumpa dengan pihak keluarga yang jarang Anda temui, coba Anda perhatikan hal-hal apa saja yang biasanya Anda jadikan topik pembicaraan? Apakah Anda sungkan menyapa keluarga yang tidak terlalu Anda kenal terlebih dahulu? Apakah Anda merasa tidak nyaman dalam suasana keramaian? Dari situ, kepekaan dan pemahaman terhadap diri sendiri meningkat. Anda semakin sadar bahwa pola relasi yang selama ini Anda jalankan ternyata dimulai dari bagaimana Anda bersikap. Manfaatnya kemudian adalah, Anda tidak menyalahkan lingkungan saat berada dalam situasi yang menurut Anda kurang menyenangkan.

5.       Memahami cara pandang diri dan orang lain

Dalam berkomuniksi dengan keluarga besar, pasti Anda melihat bahwa walau memiliki ikatan sedarah pun, ternyata tiap individu itu tidak sama/unik. Perbedaan latar belakang, pendidikan, pengalaman dan kebiasaan-lah yang membentuk orang tersebut. Jadikan perbedaan itu sebagai landasan untuk dapat memahami sudut pandang masing-masing individu. Anda pun demikian! Anda terbentuk atas dasar hal-hal tersebut. Kini, Anda jugalah yang memiliki kekuatan untuk mengubahnya, jika Anda rasa yang telah terbentuk masih harus diperbaiki.

Yuk, jadikan bulan puasa kali ini ngga hanya sekedar menahan diri dari godaan, tapi juga ajang untuk meneropong masuk ke dalam diri lebih dalam. Selanjutnya, jadikan titik tolak untuk mengembangkan diri dan pola relasi Anda ke arah yang lebih baik tentunya!

*telah dimuat di website LG Indonesia Agustus 2011

No comments yet

Leave a Reply