Filosofi Air Mengalir

22 Oct '12

1| Akhir Desember 2011, adalah perjumpaan awal saya dengan #airkangen, dikenalkan suami saya @triadijoko, beliau tau dari seorang teman di Singapore.

2| Sejak itu, kami merasa banyak sekali berkah dariNYA melalui #airkangen, buat kami sekeluarga & juga orang-orang sekeliling kami.

3| Bersyukur, tiap hari mengisi puluhan bahkan ratusan liter #airkangen adalah kesempatan saya untuk sekaligus bermeditasi.

4| Seringnya bergelut dengan air membuat saya semakin mengenalnya, merenung, dan berkontemplasi dengan sifat dari air itu sendiri.

5| Air adalah elemen alam yang merupakan unsur dasar segala awal penciptaan. Kita pun tercipta dari air, bermula dari air mani bersatu dgn sel telur.

6| 70% isi bumi adalah air. Air adalah sumber kehidupan. Manusia bisa bertahan lebih lama tanpa makan. Tapi tanpa air? Dalam beberapa hari saja tidak berdaya.

7| Bukan kebetulan, 70% isi tubuh manusia pun air. Sederhananya, jika bagian besar dlm tubuh kita ini baik, maka aspek tubuh lain pun mengikuti.

8| Air adalah metafora dari kekuatan tersembunyi di alam. Sifatnya sangat istimewa: disentuh lembut, tapi tidak bisa digenggam, namun punya daya yg kuat bahkan meruntuhkan.

9| Air mengalir dari tempat tinggi ke rendah, ia melakukannya tanpa usaha. Air melakukan dengan harmoninya mengikuti hukum alam (gravitasi)

10| Sifat air yg mengalir membuatnya tidak pernah ada halangan. Coba lihat saat air mengalir dan ada benda di depannya. Tidak akan berhentikan alirannya.

11| Ada halangan, air tetap “berjalan” dgn cara mencari rongga lain yg bisa dialirinya. Ia selalu mengikuti ruang yg ditempati.

12| Air bersifat flexibel. Ia tidak “takut” ada di mana pun, krn selalu bisa beradaptasi di wadah (situasi) apa saja.

13| Tuangkan ke gelas, maka air berbentuk gelas. Ke botol, bentuk botol, dan dimanapun ia berada mengikuti ruangnya.

14| Air konsisten melakukan perjalanannya. Kita bisa menghalangi alirannya, bisa memperlambat lajunya, namun air tetap mengalir mencari kekosongan dan area lebih rendah.

15| Air melakukan semua itu tanpa perlu “ngoyo” karena semua sudah mengikuti hukumNYA, aturan alam yang berlaku.

16| Sifat-sifat air itu memberi perenungan dan pelajaran besar, bagaimana bisa terus berjalan mencapai tujuan hidup, mencari makna tanpa terhenti?

17| Menjadi “persistence” (gigih dan terus menerus) namun tetap harmonis sinergi dengan alam ketentuanNYA, tanpa perlu “ngoyo”.

18| Untuk bisa memiliki sifat itu, berarti kita perlu menjadi seperti air, berserah diri total. Air tidak punya ambisi (berlebihan), semua melibatkanNYA (“nature”/ wadahnya).

19| Air tidak egois pada dirinya sendiri, air berserah pada situasi (wadahnya). Menyadari, (idealnya) hukum itu juga berlaku pada kita, manusia.

20| Dengan melepaskan ambisi berlebih, menyerahkan segala padaNYA (setelah usaha optimal yg sdh kita lakukan), maka semesta akan selaras, dan tidak ada hal yang bisa menghalangi perjalanan manusia mencapai tujuan.

21| Berserah diri tidaklah sama dengan tidak peduli dan tidak berupaya apa-apa. Berserah padaNYA adalah menerima kekuatan di luar kita, setelah tugas kita sebagai manusia kita lakukan seoptimal mungkin.

22| Berserah padaNYA juga berarti tetap menyertakanNYA dalam berjalan, jelas kemana arah yang akan dicapai, tau kapan bertindak, kapan beralih dan kapan harus menunggu. Perlu ada hati nurani jernih.

23| Seperti air berserah pada panduan gravitasi, selalu mengalir dan terus berjalan walau harus meninggalkan pemandangan indah yang dilewati.

24| Air yang tidak mengeluh saat harus “berjalan” ke daerah pemandangan kumuh dan meninggalkan gunung dan alam yg indah.

25| Bserah diri adalah pesan air mengalir. Karena DIA punya rencana terbaikNYA, walau manusia (kadang) merasa itu sbg “pemandangan” kumuh (buruk/tidak enak).

26| Dengan rencanaNYA, mengapa harus ngoyo? Just do your best, let GOD do the rest. Flow with the nature and be in love, grateful and happy.

27| Because by surrendering yourself, universe become your ally. You will fulfill your greatest purpose, effortlessly and unstoppable.

28| …and that is the massage I got from water. Mengutip kata sang legendaris Bruce Lee: “Be water, my friends!” ♥☺♥

 

*seperti yang sudah diposting di account twitter: @wesmira, pada 17 Oktober 2012

No comments yet

Leave a Reply