5 Langkah Memanfaatkan Musik sebagai Terapi Pribadi

9 Mar '12

Musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup manusia. Rangkaian nada dimana-mana ada dalam setiap kegiatan kita. Biasanya, saat musik disebutkan sebagai terapi, biasanya yang langsung terlintas adalah bagaimana musik mempengaruhi perasaan dan emosi. Hal ini karena pada umumnya mendengar musik memiliki efek membuat kita merasa lebih baik saat sedih, sebagai latar bergerak (menari, berdansa, olahraga, dan sebagainya), atau bahkan “mengkespresikan” rasa sedih saat Anda dalam keadaan butuh untuk menangis.

Mengapa hal ini terjadi? Mengapa musik memiliki pengaruh sangat besar atas apa yan kita rasakan? Sesuai yang dipaparkan Kimberly Sena Moore, seorang terapis neurologis musik bersertifikasi dalam Psychology Today, banyak orang menganggap bahwa musik itu sendiri pun sudah memiliki efek, ada yang terasa berirama indah dan tidak indah. Atau asosiasi terhadap suatu musik membuat kita merasa suatu hal tertentu. Bisa jadi apa yang kita pelajari tentang musik mempengaruhi bagaimana musik berdampak pada apa yang kita rasakan. Misalnya kunci nada “gembira” ada di nada mayor, sedang nada minor untuk irama “sedih”.

Apapun jenis musik yang mengingatkan kita pada suatu hal/situasi, terdapat beberapa langkah yang berfungsi mengoptimalkan efek dari musik yang Anda dengarkan. Inilah 5 langkah untuk memperkuat, mengubah (suatu perasaan/mood) dan juga pemanfaatannya sebagai terapi pribadi Anda.

  1. Mendengar musik dapat memperkaya level emosi. Jika Anda cukup peka akan apa yang ada di pikiran dan Anda rasakan, maka mungkin Anda sudah tahu memiliki jenis musik apa yang bisa membuat Anda merasa gembira, sedih dan membuat Anda bersemangat. Mengetahui jenis musik yang dapat mempengaruhi atau membangkitkan kondisi emosi Anda dan secara sadar memilih mendengarkannya, adalah langkah mudah memperkaya apa yang sedang ingin Anda rasakan.
  2. Mendengar musik dapat mengubah kondisi emosi saat ini. Sebaliknya dari nomor 1, Anda dapat menimbulkan rasa bahagia, sedih dan marah berubah menjadi kondisi emosi yang berbeda. Perasaan apa yang Anda miliki? Sebutkankan, lalu Anda mau mengubahnya menjadi mood yang lebih “cerah”? Nyanyikan sebuah lagu di diri Anda dan lihat rekasi dalam diri yang terjadi!
  3. Memiliki tujuan dengan hal yang terdengar di sekeliling lingkungan Anda. Kadang kala terapi tidak perlu dengan melakukan sesuatu, dan cukup didapat dari lingkungan sekitar Anda yang tepat. Misal Anda coba menurunkan berat badan, apakah Anda akan menyiapkan berbagai kue, keripik dan sirup? Tentu tidak! Analogi tersebut sama halnya dengan memilih lingkungan mana yang menyediakan musik yang tepat dengan kebutuhan Anda saat ini. Maka sadarlah dengan bunyi yang ada di sekeliling Anda dan musik yang Anda pilih untuk didengarkan.
  4. Aktif mendengarkan musik. Sangat mudah menyetel musik, kemudian tidak memperhatikan sungguh-sungguh bunyi yang terdengar. Tapi cobalah berhenti sesaat dan benar-benar menyimaknya. Dengarkan kalimat, melodi dan harmonisasinya. Yang terpenting cermati dan perhatikan efeknya terhadap diri Anda. Apa yang Anda rasakan terhadap lirik dan bunyi yang terdengar tersebut.
  5. Dengarkan musik selain yang biasanya membuat Anda nyaman. Kita kadang atau bahkan selalu mencari hal yang kita sudah tahu dan sukai. Namun apakah Anda pernah sesekali mencoba diri untuk tidak hanya berada dalam situasi yang sudah terbiasa dan mencoba hal baru? Jika Anda suka datang ke konser musik lembut, kenapa tidak sesekali menghadiri pertunjukkan musik sedikit menghentak? Jika Anda terbiasa menyetel gelombang radio dengan alunan musik nada bersemangat, mengapa tidak mencoba mendengar gelombang radio yang menyetel jenis musik berbeda, klasik misalnya? Memerluas ketertarikan musik dalam hal ini banyak menimbulkan manfaat yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya.

Kini, dengan 5 langkah sederhana di atas, Anda pun bisa lebih mengoptimalkan musik dalam hidup Anda sebagai pengembangan diri dan tentunya menjadi pribadi lebih baik dalam lingkungan sosial.

No comments yet

Leave a Reply